Jatim, Situbondo
Rutan Kelas IIB Situbondo, terus berkomitmen penuh mendukung program pemerintah pusat di sektor ketersediaan ketahanan pangan tahun 2026. Ini dibuktikan dengan penanaman jagung jenis BISI 18 di lahan seluas empat hektar di
Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Situbondo.
Menurut Suwono, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, tanaman jagung tersebut saat ini sudah memasuki usia 32 hari, sejak di tanam pada 30 Mei hingga 30 Juni 2026. Wono, sapaan akrabnya, mengaku bersyukur, tanaman tersebut kini tumbuh dengan subur. "Ya betul tanaman jagung ini sangat subur sekali," aku Wono.
Masih kata Wono, jika jagung tersebut siap panen sudah ada pihak ketiga yang siap untuk membeli dan diterima ditempat. "Ya sudah ada yang siap membeli. Tetapi kami yang membawa sampai kelokasi, sebab kalau dijemput ke lokasi tanaman jagung tidak sanggup karena minimnya tenaga angkut," aku pria asli Kediri itu.
Saat ini, lanjut Wono, tanaman jagung tersebut memasuki masa perawatan dan pengairan yang notabene sudah berumur 32 hari. "Ya, pada bulan Juni akhir ini kembali diberi nutrisi dan pencegahan hama. Saat ini sudah masuk masa pemupukan pertama dan masih menunggu masa pemupukan kedua, serta membersihkan gulma dan penyemprotan hama," urai mantan Kepala Rutan Papua itu.
Berapa usia ideal tanaman jagung sejak awal ditanam hingga masa panen ? Mantan Kepala Rubasan Pasuruan itu mengaku selama 4 bulan. "Ya ini jagung jenis BISI 18. Untuk masa di pipil dan dijemur nanti masuk tugas pihak pembeli. Termasuk perontokan bijinya," terang Wono.
Wono juga memastikan, untuk komoditas tanaman lain yang ada di lahan yakni jenis tanaman singkong, timun dan labu. "Tetapi tiga komoditas jenis tanaman ini tidak terlalu luas karena kami sejak awal memang fokus di komoditas jagung," pungkas pria yang kini menetap di Sidoarjo itu. (ww)

Komentar0